Weekly Market Update | WEEK 4 OKTOBER'26

Publikasi Artikel Investasi, Berita Pasar, dan Edukasi Investor dari Danapathi Asset Management.

Marketing
Berita
27 Oct 2026
Weekly Market Update | WEEK 4 OKTOBER'26

Weekly Market Update | WEEK 4 OKTOBER'26

Jakarta, Danapathi.co.id

Jakarta, 26 Oktober 2026 – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di 5.439,26 pada Jumat, 23 Oktober 2026, naik 254,15 poin atau 4,9% dalam sepekan, setelah turun 14,91% pada pekan sebelumnya. IHSG menguat empat hari beruntun sejak Selasa. Berikut rangkuman Weekly Market Update pekan 19–23 Oktober 2026 dari Tim Investasi Danapathi Asset Management: saham, suku bunga, obligasi, dan rupiah.

Ringkasan pasar pekan ini

  • IHSG: 5.439,26 (+4,9% WoW); total nilai transaksi Rp101,67 triliun.
  • BI-Rate: ditahan di 5,75% pada RDG 20–21 Oktober 2026.
  • Investor asing di saham: net sell sekitar Rp6,7 triliun pekan ini, total Rp94,87 triliun sepanjang 2026.
  • Indeks obligasi ICBX: 411,15 (−0,02% WoW).
  • JISDOR: Rp18.069/USD, rupiah melemah 0,09% dalam sepekan.
  • Rencana BEI: saham kategori HSC tidak disertakan dalam perhitungan IHSG mulai 2 November 2026.

Saham: IHSG naik 4,9% dalam sepekan

IHSG turun pada awal pekan, kemudian menguat empat hari beruntun. Penutupan harian sepanjang pekan 19–23 Oktober 2026:

Hari IHSG Perubahan harian
Sen 19/10 4.996,61 −3,64%
Sel 20/10 5.278,89 +5,65%
Rab 21/10 5.328,36 +0,94%
Kam 22/10 5.387,90 +1,12%
Jum 23/10 5.439,26 +0,95%

Menurut Tim Investasi, kenaikan IHSG didukung corporate buyback, valuasi yang menarik, dan masuknya Danantara ke pasar saham.


IHSG harian, 23 Oktober 2025 – 23 Oktober 2026. Sumber: Danapathi Asset Management (DAM), data BEI.

BI-Rate ditahan 5,75%; BEI berencana mengeluarkan saham HSC dari IHSG

Bank Indonesia menahan BI-Rate di 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur 20–21 Oktober 2026, dengan suku bunga deposit facility 5,00% dan lending facility 6,50%. Langkah ini ditujukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Dari sisi bursa, BEI berencana tidak menyertakan saham kategori High Shareholding Concentration (HSC) dalam perhitungan IHSG mulai 2 November 2026. Isu kepemilikan saham yang terkonsentrasi juga termasuk yang disorot dalam konsultasi MSCI mengenai usulan perubahan status pasar Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Usulan MSCI masih tahap konsultasi hingga 30 April 2027 dan bukan keputusan final; keputusan akhir diumumkan paling lambat Juni 2027. Batas auto reject bawah (ARB) 7% yang berlaku sejak 19 Oktober tetap berlaku hingga 31 Desember 2026. Penjelasan lengkap tersedia di artikel Trading Halt BEI dan Usulan MSCI Standalone Market: Penjelasan untuk Investor Reksa Dana dan Weekly Market Update Week 3 Oktober'26.

Tanggal Peristiwa
21 Okt 2026 BI-Rate ditahan di 5,75%
23 Okt 2026 IHSG ditutup di 5.439,26 (+4,9% WoW)
2 Nov 2026 Rencana saham HSC tidak disertakan dalam perhitungan IHSG
31 Des 2026 Batas ARB 7% berakhir
30 Apr 2027 Konsultasi MSCI berakhir
Juni 2027 Keputusan akhir MSCI (paling lambat)

Obligasi: indeks ICBX relatif stabil

Indonesia Composite Bond Index (ICBX) ditutup di 411,15, turun 0,02% dari 411,24 pada pekan sebelumnya. Pergerakan ICBX pada pekan ini relatif kecil. Menurut Tim Investasi, yield obligasi pemerintah AS (UST) tenor 10 tahun turun 9 bps ke 5% karena permintaan obligasi pemerintah AS meningkat.


Indonesia Composite Bond Index (ICBX), harian. Garis hijau putus-putus: rata-rata periode. Sumber: PHEI, Danapathi Asset Management (DAM).

Rupiah melemah tipis 0,09%

Kurs JISDOR melemah Rp17 atau 0,09% sepanjang pekan, dari Rp18.052 menjadi Rp18.069/USD pada Jumat. Rupiah masih tertekan terkait pengumuman MSCI mengenai usulan perubahan status pasar saham Indonesia.

Komoditas: harga minyak masih menguat

Komoditas Level pekan ini Keterangan
Minyak WTI US$103,27 per barel Menguat, kekhawatiran eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah
Minyak Brent US$116,72 per barel Menguat, kekhawatiran eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah
Emas di bawah US$4.000 per ons Melemah; kenaikan harga minyak memperkuat kekhawatiran inflasi dan ekspektasi suku bunga AS yang tetap tinggi

Transaksi saham: nilai transaksi naik, asing masih net sell

Total nilai transaksi saham pekan ini naik hingga 25% menjadi Rp101,67 triliun, dengan rata-rata nilai transaksi harian Rp20,34 triliun. Meski IHSG menguat, investor asing masih mencatat net sell sekitar Rp6,7 triliun pekan ini, sehingga total net sell sepanjang 2026 mencapai Rp94,87 triliun.

Chart of the week: PDB kuartal II 2026 tumbuh 3,73% QoQ

Ekonomi Indonesia tumbuh 3,73% QoQ pada kuartal II 2026, berbalik dari kontraksi 0,77% pada kuartal sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, serta pemulihan investasi. Sektor pertanian, perdagangan, dan transportasi turut mendukung pertumbuhan ekonomi (sumber: Badan Pusat Statistik dan Trading Economics).

Agenda ekonomi yang perlu dicermati

Tanggal Data / agenda
Senin, 2 Nov 2026 Inflasi (YoY, MoM, inti; Okt), neraca perdagangan (Sep), ekspor dan impor (YoY, Sep), PMI manufaktur S&P Global (Okt), kunjungan wisatawan (YoY, Sep)
Senin, 2 Nov 2026 Rencana BEI: saham HSC tidak disertakan dalam perhitungan IHSG
Kamis, 5 Nov 2026 Pertumbuhan PDB kuartal III 2026 (YoY dan QoQ)
Jumat, 6 Nov 2026 Cadangan devisa (Okt) dan indeks harga properti (YoY, Q3)

Menyikapi pasar yang masih dinamis

Reksa Dana saham terdampak langsung oleh pergerakan harga saham dalam portofolionya, sehingga nilainya dapat naik maupun turun. Langkah awal bagi investor adalah menyesuaikan pilihan dengan profil risiko, jangka waktu tujuan, dan kebutuhan dana. Untuk dana jangka pendek, Anda dapat mempelajari Danapathi Money Market Fund, Reksa Dana pasar uang yang tidak terdampak langsung oleh harga saham karena berinvestasi pada instrumen pasar uang dan/atau surat utang dengan jatuh tempo kurang dari 1 tahun, bukan pada saham. Namun Reksa Dana pasar uang tetap dapat terdampak secara tidak langsung, misalnya oleh perubahan suku bunga, dan tetap mengandung risiko. Untuk tujuan dengan kombinasi aset, Anda dapat mempelajari Danapathi Balance Fund, Reksa Dana campuran dengan profil risiko sedang. Pembelian Reksa Dana dapat dilakukan melalui mitra distribusi resmi (APERD).

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa kenaikan IHSG pada pekan 19–23 Oktober 2026?

IHSG ditutup di 5.439,26 pada Jumat, 23 Oktober 2026, naik 254,15 poin atau 4,9% dari 5.185,11 pada pekan sebelumnya. IHSG menguat empat hari beruntun sejak Selasa, 20 Oktober.

Berapa BI-Rate setelah Rapat Dewan Gubernur 20–21 Oktober 2026?

Bank Indonesia menahan BI-Rate di 5,75%, dengan suku bunga deposit facility 5,00% dan lending facility 6,50%, untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Apa rencana BEI terkait saham HSC dalam perhitungan IHSG?

BEI berencana tidak menyertakan saham kategori High Shareholding Concentration (HSC) dalam perhitungan IHSG mulai 2 November 2026.

Apakah Reksa Dana pasar uang terdampak langsung oleh pergerakan harga saham?

Tidak terdampak langsung, karena Reksa Dana pasar uang berinvestasi pada instrumen pasar uang dan/atau surat utang dengan jatuh tempo kurang dari 1 tahun, bukan pada saham. Namun Reksa Dana pasar uang tetap dapat terdampak secara tidak langsung, misalnya oleh perubahan suku bunga, dan tetap mengandung risiko.

Sumber

  • Bisnis.com, "6 Poin Krusial Kajian MSCI untuk Pasar Saham Indonesia", 16 Oktober 2026. Baca sumber
  • CNN Indonesia, "BEI Turunkan Batas ARB Saham jadi 7 Persen Mulai Hari Ini", 19 Oktober 2026. Baca sumber

Data pasar lain bersumber dari BEI, PHEI, Bank Indonesia (JISDOR dan RDG), Trading Economics, Badan Pusat Statistik (BPS), dan Danapathi Asset Management (DAM).


Artikel ini disusun oleh Tim Investasi PT Danapathi Asset Management dari sumber publik yang dianggap dapat dipercaya, bersifat informasi umum dan bukan rekomendasi atau ajakan untuk membeli atau menjual efek. Seluruh pandangan merupakan pandangan Tim Investasi dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Disclaimer: Reksa Dana merupakan produk pasar modal dan tidak dijamin oleh pemerintah maupun lembaga penjamin simpanan. Investasi pada Reksa Dana mengandung risiko. Nilai investasi dapat naik maupun turun dan investor dapat mengalami kerugian. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa yang akan datang. Sebelum berinvestasi, calon investor wajib membaca dan memahami Prospektus serta Dokumen Informasi Produk. Danapathi Asset Management adalah Manajer Investasi yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pembelian dan penjualan Reksa Dana dapat dilakukan melalui mitra distribusi resmi (APERD).