Weekly Market Update | WEEK 2 OKTOBER'26
Jakarta, 12 Oktober 2026 – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 56,87 poin atau 0,94% secara mingguan ke level 6.093,76 pada Jumat, 9 Oktober 2026. Kenaikan terjadi di seluruh sektor, namun investor asing masih mencatatkan jual bersih. Berikut rangkuman Weekly Market Update pekan 5–9 Oktober 2026 dari Tim Investasi Danapathi Asset Management.
Ringkasan pasar pekan ini
- IHSG: 6.093,76 (+0,94% WoW), sektor transportasi & logistik memimpin (+5,85%).
- Foreign flow saham: net sell Rp2,45 triliun sepanjang pekan.
- Yield SUN 10 tahun: 7,237% (naik 7,8 bps dari 7,159%).
- Yield US Treasury 10 tahun: 5,24% (turun dari 5,28%).
- JISDOR: Rp17.884/USD, rupiah menguat empat pekan berturut-turut.
Saham: IHSG naik di semua sektor, asing masih jual bersih
Penguatan IHSG pekan ini terjadi merata di seluruh sektor. Sektor transportasi dan logistik mencatat kinerja terbaik dengan kenaikan +5,85%, sementara sektor industri naik paling kecil sebesar +0,14% dibandingkan pekan sebelumnya.
Meski demikian, kenaikan ini belum diikuti arus dana asing. Investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp2,45 triliun. Pendorong eksternal terbesar masih berasal dari ketidakpastian geopolitik serta yield US Treasury yang sempat menyentuh level tertinggi dalam 24 tahun.

IHSG harian, 9 Oktober 2025 – 9 Oktober 2026. Sumber: Danapathi Asset Management (DAM).
Obligasi: yield SUN naik, spread terhadap US Treasury melebar
Yield Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun meningkat sepanjang pekan menjadi 7,237% dari 7,159%, atau naik sekitar 7,8 bps, sehingga harga obligasi mengalami tekanan. Sebaliknya, yield US Treasury 10 tahun turun menjadi 5,24% dari 5,28%, meskipun sempat mencapai sekitar 5,36% akibat kekhawatiran inflasi dan tingginya harga energi.
Divergensi tersebut membuat spread SUN–UST melebar dari sekitar 188 bps menjadi 200 bps.

Rupiah menguat empat pekan berturut-turut
Kurs JISDOR menguat tipis 0,08% menjadi Rp17.884/USD pada Jumat dan telah membukukan penguatan selama empat pekan berturut-turut. Walaupun dolar AS masih dipengaruhi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, penguatan rupiah ditopang langkah Bank Indonesia melalui transaksi DNDF dan lelang FX swap, serta sentimen positif dari pulihnya IHSG.
Komoditas: minyak dan emas naik
| Komoditas | Perubahan mingguan | Keterangan |
|---|---|---|
| Minyak WTI | +0,44% | Harga energi masih tinggi |
| Minyak Brent | +1,68% | Harga energi masih tinggi |
| Emas | +1,3% | Dolar AS dan yield Treasury melemah, permintaan safe-haven |
| Batu bara | -0,07% (US$148,85/t) | Tertahan oleh fuel switching akibat tingginya harga LNG |
Arus dana asing: keluar dari saham, masuk ke SRBI dan obligasi
Sepanjang 2026, dana asing tercatat keluar dari pasar saham sekitar US$6,4 miliar, sementara SRBI (+US$10,3 miliar) dan obligasi (+US$1,9 miliar) masih mencatat arus masuk. Pada pekan ini, arus keluar terjadi di saham (US$142 juta) dan SRBI (US$117 juta), sedangkan obligasi mencatat arus masuk tipis US$10 juta.

Chart of the week: keyakinan konsumen melemah tipis
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia turun tipis menjadi 118,1 pada September dari 118,5 pada Agustus. Pelemahan terutama berasal dari penilaian terhadap kondisi ekonomi saat ini, termasuk persepsi ketersediaan lapangan kerja yang menurun. Namun, ekspektasi terhadap pendapatan dan ketersediaan pekerjaan dalam enam bulan ke depan masih meningkat, menunjukkan outlook konsumen tetap cukup positif. Indeks di atas 100 menunjukkan konsumen masih optimistis.

Berita pekan ini
- Keyakinan konsumen melemah pada September, seiring menurunnya persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini. Pertumbuhan penjualan ritel juga diperkirakan melambat.
- BUMN Agrinas Palma (APN) menyiapkan lahan seluas 1 juta hektare untuk bahan baku bioetanol seperti singkong, sorgum, dan jagung, guna mendukung implementasi blending bensin E20 (kandungan etanol 20%) oleh pemerintah.
Agenda ekonomi yang perlu dicermati
| Tanggal | Data / agenda |
|---|---|
| Selasa, 20 Okt 2026 | Foreign Direct Investment (YoY, Q3) |
| Rabu, 21 Okt 2026 | Keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI-Rate) |
| Rabu, 21 Okt 2026 | Deposit Facility Rate (Okt) |
| Rabu, 21 Okt 2026 | Lending Facility Rate (Okt) |
| Rabu, 21 Okt 2026 | Pertumbuhan kredit (YoY, Sep) |
| Jumat, 23 Okt 2026 | Uang beredar M2 (YoY, Sep) |
Danapathi Products Update
Kinerja reksa dana Danapathi per 12 Oktober 2026:
| Produk | Jenis | 1 Bln | 3 Bln | YTD | 1 Thn | 3 Thn | AUM (Rp miliar) |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Danapathi Money Market Fund | Pasar Uang | 0,48% | 1,45% | 4,23% | 5,42% | 17,56% | 827 |
| Danapathi Balance Fund | Campuran | -4,87% | 10,02% | 8,19% | 15,00% | 41,32% | 100 |
| Danapathi Equity Growth | Saham | -7,51% | 14,51% | -9,21% | 2,88% | 9,94% | 10 |
| Danapathi Sukuk Syariah I | Sukuk | 0,44% | 2,63% | 1,39% | 2,49% | 20,95% | 949 |
| Danapathi Fixed Income Fund | Pendapatan Tetap | 0,17% | 1,67% | -0,02% | 2,75% | 8,64% | 10 |
Kinerja dihitung berdasarkan NAB/UP per 12 Oktober 2026. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.
Di tengah pasar yang masih bergejolak, Danapathi Money Market Fund dapat menjadi pilihan untuk kebutuhan dana yang likuid, sementara Danapathi Balance Fund memadukan saham dan obligasi untuk tujuan jangka menengah hingga panjang. Produk reksa dana Danapathi tersedia melalui mitra distribusi resmi (APERD). Lihat juga simulasi investasi untuk merencanakan tujuan keuangan Anda.