SSIA Ekspansi Rp2,2 Triliun, Revenue Bisa Tumbuh 63%

Publikasi Artikel Investasi, Berita Pasar, dan Edukasi Investor dari Danapathi Asset Management.

Marketing
Berita
08 Sep 2026
SSIA Ekspansi Rp2,2 Triliun, Revenue Bisa Tumbuh 63%

SSIA Ekspansi Rp2,2 Triliun, Revenue Bisa Tumbuh 63%

Jakarta, Danapathi.co.id

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp2,2 triliun sepanjang 2026. Sederhananya, capex adalah dana yang disiapkan perusahaan untuk membeli, membangun, atau mengembangkan aset yang diharapkan dapat mendukung pertumbuhan bisnis di masa depan.

Sebagian besar dana tersebut, sekitar Rp1,5 triliun, akan digunakan untuk mengakuisisi dan mengembangkan kawasan industri Subang Smartpolitan. SSIA juga mengalokasikan sekitar Rp330 miliar untuk melanjutkan pengembangan dan rebranding hotel Paradisus by Meliá Bali. Hingga semester I 2026, realisasi capex SSIA telah mencapai sekitar Rp1,1 triliun.

Menariknya, SSIA masih menargetkan pendapatan Rp7,2 triliun pada 2026, yang berarti pertumbuhan sekitar 63% dibandingkan tahun sebelumnya. Target tersebut memang sedikit lebih rendah dari target awal Rp7,5 triliun karena terdapat beberapa penjualan yang masih tertunda dan adanya perubahan kontrak pada bisnis konstruksi. Namun, perusahaan tetap menargetkan laba bersih sekitar Rp400 miliar, atau meningkat sekitar 570% secara tahunan.

Kinerja hingga semester I 2026 juga menunjukkan perkembangan positif. SSIA mencatat pendapatan sekitar Rp3,35 triliun, naik 58,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih mencapai sekitar Rp262,6 miliar, sementara laba bruto meningkat menjadi Rp1,09 triliun. Pertumbuhan terutama didorong oleh bisnis properti, sementara bisnis konstruksi tetap solid dan segmen perhotelan mulai menunjukkan pemulihan.

 

Pandangan Untuk investor

Kinerja SSIA menunjukkan bahwa strategi ekspansi dan investasi pada aset produktif dapat menjadi salah satu cara perusahaan mempersiapkan pertumbuhan jangka panjang. Namun, investor juga perlu melihat bahwa target perusahaan merupakan proyeksi, bukan jaminan. Realisasi pendapatan dan laba nantinya tetap dipengaruhi oleh penjualan properti, perkembangan proyek, kondisi ekonomi, serta kinerja masing-masing lini bisnis. Dan juga, bagi investor, pertumbuhan pendapatan dan laba bukanlah satu-satunya faktor yang perlu diperhatikan. Penggunaan modal, prospek industri, kualitas proyek, kondisi keuangan, valuasi, serta risiko bisnis juga penting untuk dianalisis secara menyeluruh. Di Danapathi Asset Management (DAM), kami percaya bahwa keputusan investasi yang baik membutuhkan pendekatan yang terukur dengan mempertimbangkan fundamental perusahaan, diversifikasi, manajemen risiko, dan prospek jangka panjang. Dengan memahami faktor-faktor tersebut, investor dapat lebih bijak dalam melihat peluang investasi di tengah dinamika pasar yang terus berubah.

Disclaimer: Investasi saham memiliki risiko dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor. Danapathi Asset Management (DAM) menyusun informasi ini berdasarkan riset internal yang independen dan tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, atau saran untuk melakukan transaksi jual maupun beli efek. Pergerakan harga saham dapat berubah sewaktu-waktu. Keputusan investasi tetap berada di tangan masing-masing investor.

 

Sumber: emitennews.com

https://emitennews.com/news/ssia-gelontorkan-capex-rp22-triliun-bidik-revenue-tumbuh-63-persen