Weekly Market Update | WEEK 1 AUGUST'26
IHSG Menguat Tipis, Kapitalisasi Pasar Naik Lebih dari 9% Selama Juli
Danapathi Asset Management merangkum perkembangan pasar saham, pasar obligasi, kondisi ekonomi, serta kabar bisnis yang menjadi perhatian investor selama pekan yang berakhir pada 31 Juli 2026.
Stock Market
Sepanjang periode 27–31 Juli 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif namun berhasil ditutup menguat tipis di level 6.236,13. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia masih mampu bertahan di tengah dinamika sentimen global maupun domestik.
Dari sisi kapitalisasi pasar, total nilai pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat mencapai Rp10.919,63 triliun pada akhir Juli. Meski turun sekitar 1,31% dibandingkan level tertinggi dalam 30 hari terakhir sebesar Rp11.064,99 triliun, secara keseluruhan pasar masih menunjukkan tren yang positif.
Sepanjang bulan Juli, kapitalisasi pasar meningkat dari Rp10.007,95 triliun pada 1 Juli menjadi Rp10.919,63 triliun pada 31 Juli, atau mencatat pertumbuhan sekitar 9,11%. Peningkatan tersebut mencerminkan membaiknya kepercayaan investor terhadap pasar saham Indonesia meskipun volatilitas masih terjadi.
Bond Market
Pasar obligasi juga menjadi perhatian investor. Imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun bertahan di level 7,34% pada 31 Juli 2026.
Dalam satu bulan terakhir, yield meningkat sekitar 0,18 poin, sedangkan secara tahunan naik 0,76 poin berdasarkan kuotasi obligasi pemerintah di pasar antarbank (over-the-counter/OTC).
Kenaikan yield umumnya mengindikasikan adanya tekanan di pasar obligasi. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi, prospek inflasi, maupun perubahan preferensi investor terhadap instrumen pendapatan tetap. Di sisi lain, kenaikan yield juga dapat menciptakan peluang investasi baru bagi investor yang mencari potensi imbal hasil yang lebih menarik pada obligasi.
Economic Update
Dari sisi ekonomi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme terhadap peningkatan penerimaan pajak nasional sepanjang tahun 2026. Pemerintah menargetkan lebih dari separuh kantor wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mampu mencapai target penerimaan tahun ini.
Optimisme tersebut didukung oleh membaiknya aktivitas ekonomi nasional setelah pada 2025 hanya dua dari 34 kantor wilayah DJP yang berhasil memenuhi target penerimaan akibat perlambatan ekonomi global.
Hingga akhir Juni 2026, realisasi penerimaan pajak telah mencapai Rp1.035,7 triliun, atau tumbuh 24,6% secara tahunan (year-on-year). Perbaikan ini menunjukkan aktivitas ekonomi domestik yang semakin kuat dan berpotensi memberikan dukungan terhadap stabilitas fiskal pemerintah pada paruh kedua tahun ini.
Business Update
Industri otomotif nasional juga mencatat perkembangan menarik melalui penyelenggaraan GIIAS 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang. Pameran tersebut menghadirkan semakin banyak pilihan mobil listrik dengan harga yang lebih terjangkau, sehingga membuka peluang adopsi kendaraan listrik yang lebih luas di Indonesia.
Beberapa model yang menjadi perhatian antara lain:
- Wuling Aira EV, dengan harga mulai sekitar Rp155 juta untuk varian Standard Range dan Rp175 juta untuk Long Range. Kendaraan ini menawarkan jarak tempuh hingga 301 km (CLTC), dilengkapi fitur DC Fast Charging, layar sentuh 10,1 inci, serta konektivitas MyWuling+.
- VinFast VF 3, yang dipasarkan sekitar Rp156 juta, hadir sebagai SUV kompak dengan jarak tempuh hingga 215 km (NEDC) dan biaya operasional yang relatif lebih efisien.
- BYD Atto 1, tersedia pada kisaran harga Rp205 juta hingga Rp245 juta, sementara Changan Lumin ditawarkan sekitar Rp222 juta dengan jarak tempuh mencapai 301 km.
Meningkatnya pilihan kendaraan listrik dengan harga yang kompetitif menunjukkan persaingan industri yang semakin ketat sekaligus mencerminkan tren elektrifikasi kendaraan yang terus berkembang di Indonesia. Faktor harga, desain, efisiensi, dan biaya operasional menjadi pertimbangan utama masyarakat dalam memilih kendaraan listrik.
Kesimpulan
Selama pekan yang berakhir pada 31 Juli 2026, pasar keuangan Indonesia menunjukkan kondisi yang relatif stabil. IHSG masih mempertahankan tren positif secara bulanan dengan kenaikan kapitalisasi pasar lebih dari 9%, sementara pasar obligasi mencerminkan ekspektasi suku bunga yang masih tinggi melalui kenaikan yield SBN.
Di sisi fundamental, pertumbuhan penerimaan pajak memberikan sinyal bahwa aktivitas ekonomi domestik terus membaik. Sementara itu, perkembangan industri otomotif melalui hadirnya berbagai mobil listrik dengan harga yang semakin kompetitif menunjukkan transformasi sektor kendaraan ramah lingkungan yang semakin cepat.
Danapathi Asset Management akan terus memantau perkembangan pasar dan ekonomi untuk memberikan informasi yang relevan bagi investor dalam mengambil keputusan investasi.
Sumber: DAM Research