Weekly Market Update | WEEK 4 JULY'26
Pasar keuangan Indonesia menunjukkan pergerakan yang beragam sepanjang pekan terakhir. Meskipun IHSG masih mencatatkan penguatan secara mingguan, tekanan dari sentimen global mulai memengaruhi pergerakan pasar menjelang akhir pekan. Di sisi lain, pasar obligasi masih menghadapi tekanan akibat kenaikan imbal hasil, sementara perubahan kepemimpinan di Bank Indonesia menjadi perhatian utama investor. Berikut rangkuman Weekly Market Update dari Danapathi Asset Management.
Pergerakan Pasar Saham
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan periode 20–24 Juli 2026 dengan penguatan tipis sebesar 0,34% secara mingguan. Pada awal pekan, IHSG sempat melanjutkan tren positif dengan mencatat reli selama delapan hari berturut-turut dan ditutup naik 0,91% ke level 6.231,78 pada Senin (20/7).
Namun, optimisme tersebut tidak bertahan hingga akhir pekan. Pada Jumat (24/7), IHSG terkoreksi 1,88% ke level 6.196 seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Sentimen global tersebut mendorong aksi profit taking dan meningkatkan volatilitas di pasar saham domestik.
Perkembangan Pasar Obligasi
Pasar obligasi Indonesia masih menghadapi tekanan. Imbal hasil (yield) Obligasi Pemerintah Indonesia tenor 10 tahun bertahan di level 7,37% per 24 Juli 2026.
Dalam satu bulan terakhir, yield telah meningkat sekitar 0,19 poin, sementara secara tahunan naik 0,85 poin. Kenaikan imbal hasil ini mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap instrumen pendapatan tetap, yang umumnya dipengaruhi oleh ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi, potensi inflasi, serta perubahan sentimen risiko di pasar keuangan.
Bagi investor, kenaikan yield biasanya menunjukkan penyesuaian harga obligasi yang bergerak berlawanan arah dengan imbal hasil, sehingga kondisi ini perlu dicermati dalam pengelolaan portofolio.
Economic Update
Perhatian pasar juga tertuju pada perkembangan di Bank Indonesia. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, resmi mengundurkan diri dari jabatannya, dan Presiden Prabowo Subianto telah menerima surat pengunduran dirinya pada 26 Juli 2026.
Sesuai Undang-Undang Bank Indonesia, Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia hingga gubernur definitif ditetapkan.
Bank Indonesia menegaskan bahwa seluruh fungsi dan mandat bank sentral akan tetap berjalan sebagaimana mestinya, termasuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, stabilitas sistem pembayaran, serta stabilitas sistem keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kepastian tersebut diharapkan dapat menjaga kepercayaan pelaku pasar di tengah proses transisi kepemimpinan.
Business Update
Sektor industri besi dan baja menghadapi tantangan yang cukup besar pada kuartal II/2026. Nilai investasi di sektor ini tercatat turun 22,4% menjadi Rp13,2 triliun dibandingkan periode sebelumnya.
Penurunan investasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain ketidakpastian regulasi, derasnya impor baja berharga murah, tingginya biaya energi, serta tingkat utilisasi pabrik yang masih berada di kisaran 52%.
Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IISIA) mendorong pemerintah untuk meningkatkan kepastian regulasi, memperketat pengawasan impor, menjamin pasokan energi dengan harga yang kompetitif, serta mengoptimalkan implementasi kebijakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Langkah-langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan investor sekaligus mendorong investasi jangka panjang di sektor baja nasional.
Kesimpulan
Sepanjang pekan ini, pasar domestik masih menunjukkan ketahanan meskipun dibayangi berbagai sentimen eksternal. Koreksi IHSG di akhir pekan mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap risiko geopolitik global, sementara kenaikan yield obligasi mengindikasikan tekanan yang masih berlangsung di pasar pendapatan tetap.
Di sisi lain, transisi kepemimpinan di Bank Indonesia menjadi perhatian penting, namun komitmen BI dalam menjaga stabilitas ekonomi diharapkan mampu mempertahankan kepercayaan pasar. Ke depan, investor tetap disarankan untuk mencermati perkembangan kondisi global, arah kebijakan moneter, serta dinamika sektor riil dalam menyusun strategi investasi yang optimal.
Sumber: DAM Research