Weekly Market Update | WEEK 2 JULY'26

Publikasi Artikel Investasi, Berita Pasar, dan Edukasi Investor dari Danapathi Asset Management.

Riset
Berita
13 Jul 2026
Weekly Market Update | WEEK 2 JULY'26

Weekly Market Update | WEEK 2 JULY'26

Jakarta, Danapathi.co.id

Stock Market

Pada pekan kedua Juli 2026, IHSG menguat 0,83% dan ditutup di level 5.924,36, didorong oleh peningkatan kapitalisasi pasar sebesar 0,51% menjadi Rp10.340 triliun serta lonjakan frekuensi dan volume transaksi harian masing-masing 29,69% dan 16,83%. Meski demikian, nilai transaksi harian turun 8,88% menjadi Rp10,27 triliun, sementara investor asing masih mencatat aksi jual bersih (net sell). Sepanjang pekan, IHSG sempat mencapai level tertinggi 5.982,58 sebelum berfluktuasi dan kembali menguat pada akhir perdagangan.

Bond Market

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Indonesia tenor 10 tahun turun menjadi 7,22% pada 10 Juli 2026, atau melemah 0,06 poin persentase dibandingkan sesi sebelumnya. Dalam sebulan terakhir, yield telah turun 0,22 poin persentase, namun masih 0,64 poin persentase lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, berdasarkan kuotasi imbal hasil obligasi pemerintah di pasar antarbank (over-the-counter/OTC) untuk tenor tersebut.

Meski valuasi obligasi dinilai atraktif dibandingkan negara berkembang lain, investor masih menunggu stabilisasi nilai tukar rupiah, kepastian arah suku bunga Bank Indonesia (BI Rate), serta konsistensi disiplin fiskal pemerintah sebelum meningkatkan investasi. Sentimen positif didukung oleh meredanya tensi geopolitik, normalisasi harga minyak, serta sejumlah kebijakan pemerintah yang lebih ramah pasar, sementara Bank Indonesia terus menegaskan fokus menjaga stabilitas rupiah melalui kebijakan suku bunga.

Economic Update

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan defisit APBN 2026 tidak akan melebihi 2,85% dari PDB, bahkan berpeluang lebih rendah jika kebijakan pemerintah berjalan efektif pada semester II. Dalam UU APBN 2026, defisit ditargetkan 2,68% dari PDB atau Rp689,1 triliun, namun dalam outlook terbaru diperkirakan melebar menjadi 2,85% dari PDB atau Rp734,3 triliun, seiring proyeksi belanja negara Rp3.942,4 triliun dan pendapatan negara Rp3.208,1 triliun. Pemerintah juga mengandalkan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp400 triliun di Himbara serta optimalisasi sistem Coretax DJP untuk mendorong pembiayaan, meningkatkan kepatuhan pajak, dan memperkuat penerimaan negara.

Business Update

Pemerintah melalui Kementerian Koperasi memperluas peran koperasi dengan mengizinkan mereka mengelola sektor strategis seperti tambang mineral, sumur minyak rakyat (idle well), dan industri pengolahan kelapa sawit (CPO). Kebijakan ini bertujuan memperkuat posisi koperasi agar setara dengan BUMN dan perusahaan swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Sebagai langkah awal, pabrik CPO pertama yang dikelola koperasi dijadwalkan diresmikan pada Agustus 2026 di Musi Banyuasin, Sumatra Selatan.

DAM Research