Weekly Market Update | WEEK 1 JULY'26

Publikasi Artikel Investasi, Berita Pasar, dan Edukasi Investor dari Danapathi Asset Management.

Riset
Berita
06 Jul 2026
Weekly Market Update | WEEK 1 JULY'26

Weekly Market Update | WEEK 1 JULY'26

Jakarta, Danapathi.co.id

Stock Market

Selama periode 29 Juni hingga 3 Juli 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah tipis sebesar 0,35%. IHSG sempat menyentuh level terendah di 5.620,46 pada pertengahan pekan sebelum akhirnya rebound dan ditutup pada level 5.875,78 di akhir perdagangan minggu tersebut.

Pelemahan pada awal periode dipengaruhi oleh sikap wait-and-see investor terhadap perkembangan pasar global. Namun, sentimen pasar membaik pada hari Jumat seiring penguatan sektor industri serta dipertahankannya posisi Indonesia dalam Indeks MSCI Emerging Markets. Faktor tersebut membantu menjaga optimisme investor, meskipun kapitalisasi pasar secara keseluruhan turun tipis menjadi sekitar Rp10.287 triliun.

Bond Market

Imbal hasil (yield) Obligasi Pemerintah Indonesia tenor 10 tahun bertahan di level 7,15% per 3 Juli 2026. Dalam satu bulan terakhir, yield meningkat sebesar 0,33 poin persentase dan tercatat 0,56 poin persentase lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, berdasarkan kuotasi pasar obligasi pemerintah over-the-counter (OTC).

Di sisi lain, kenaikan yield Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mendorong sebagian investor mengalihkan dana ke instrumen jangka pendek yang menawarkan imbal hasil lebih menarik dengan tingkat risiko yang lebih rendah. Kondisi tersebut menyebabkan Indobex Government Bond Total Return Index turun sekitar 1,8% sepanjang Juni, lebih dalam dibandingkan Indobex Corporate Bond Total Return Index yang hanya melemah sekitar 0,4%.

Menurut PEFINDO, koreksi pada obligasi korporasi relatif terbatas karena lebih dipengaruhi oleh kenaikan yield Surat Berharga Negara (SBN) sebagai acuan, bukan akibat memburuknya kualitas kredit emiten. Spread kredit korporasi tetap stabil, sehingga tekanan terbesar masih terjadi pada obligasi pemerintah yang lebih sensitif terhadap perubahan suku bunga dan sentimen pasar.

Economic Update

Pada Juni 2026, Indonesia mencatat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) sebesar 3,34% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 111,89. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan kenaikan 10,10%, diikuti kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,67%, serta transportasi sebesar 4,57%.

Sementara itu, inflasi bulanan (month-to-month/mtm) tercatat sebesar 0,44%, sedangkan inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) mencapai 1,79%. Inflasi inti berada di level 2,76% (yoy), dengan kenaikan 0,23% (mtm) dan 1,61% (ytd), yang menunjukkan bahwa tekanan inflasi dasar masih berada dalam kondisi yang relatif terkendali.

Business Update

Sejak diakuisisi oleh ByteDance, Tokopedia telah melakukan tiga gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), yaitu sekitar 450 karyawan pada 2024, 420 karyawan pada 2025, serta gelombang terbaru pada 2026 yang dikabarkan memangkas sebagian besar karyawan.

Meskipun demikian, perusahaan tetap membukukan laba bersih sebesar Rp600 miliar pada 2025. Hal ini menunjukkan bahwa langkah restrukturisasi yang dilakukan merupakan bagian dari strategi peningkatan efisiensi operasional sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

DAM Research