Weekly Market Update | WEEK 3 AUGUST'26

Publikasi Artikel Investasi, Berita Pasar, dan Edukasi Investor dari Danapathi Asset Management.

Mahesa Daffa
Berita
18 Aug 2026
Weekly Market Update | WEEK 3 AUGUST'26

Weekly Market Update | WEEK 3 AUGUST'26

Jakarta, Danapathi.co.id

Pasar Saham

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis sebesar 0,12% dalam sepekan menjadi 6.401,88 dibandingkan penutupan pekan sebelumnya (3–7 Agustus 2026). Meskipun demikian, kapitalisasi pasar saham Indonesia masih mencatatkan kenaikan sebesar 0,28% menjadi Rp11.243 triliun selama periode yang sama.

Pergerakan pasar pada akhir pekan mendapat sentimen positif setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI, sekaligus memaparkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI. Pelaku pasar menantikan arah kebijakan fiskal pemerintah yang diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Pasar Obligasi

Pasar obligasi menunjukkan penguatan yang tercermin dari penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Indonesia tenor 10 tahun menjadi 7,06% pada 14 Agustus 2026. Angka tersebut turun 9 basis poin dibandingkan sesi sebelumnya dan turun 17 basis poin dalam satu bulan terakhir. Namun demikian, yield masih berada 67 basis poin lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Di sisi global, yield obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun meningkat tajam hingga mencapai sekitar 2,93%, level tertinggi dalam lebih dari tiga dekade. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya ekspektasi pasar terhadap pengetatan kebijakan moneter oleh Bank of Japan (BOJ) serta kekhawatiran terhadap tekanan inflasi yang masih berlanjut. Pergerakan yield global ini tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi arus modal dan sentimen investor terhadap pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Update Ekonomi

Harga emas dunia kembali menguat dan mencapai US$4.415,19 per troy ons pada 17 Agustus 2026, naik 0,9% dan menyentuh level tertinggi dalam sekitar dua setengah bulan terakhir. Penguatan harga emas didorong oleh pelemahan dolar Amerika Serikat, meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve, meningkatnya kekhawatiran terhadap risiko stagflasi, serta ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

Selain faktor-faktor tersebut, permintaan yang kuat dari bank sentral berbagai negara juga menjadi penopang utama harga emas. Sepanjang kuartal II 2026, pembelian bersih emas oleh bank sentral tercatat mencapai 289 ton, sementara total pembelian selama semester I 2026 telah melampaui 530 ton. Kondisi ini menunjukkan bahwa emas masih dipandang sebagai aset lindung nilai yang menarik di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Update Bisnis

Sektor ritel di kawasan Tangerang Raya, khususnya Gading Serpong, terus menunjukkan pertumbuhan yang positif seiring meningkatnya populasi, mobilitas masyarakat, serta pembangunan kawasan yang berkelanjutan. Hal ini tercermin dari kenaikan permintaan properti komersial sewa sebesar 2,06% secara tahunan pada kuartal II 2026.

Paramount Land mencatat masuknya 707 tenant baru sepanjang periode Januari hingga Juli 2026. Pertumbuhan tersebut didukung oleh konektivitas yang semakin baik antara Gading Serpong dan BSD, keberadaan captive market yang kuat, serta ekosistem kawasan yang semakin matang. Melihat tren positif tersebut, pengembang kembali menghadirkan produk komersial premium untuk menangkap peluang pertumbuhan sektor ritel yang masih terbuka lebar.

Pandangan Danapathi Asset Management

Pergerakan pasar domestik pada pekan ini menunjukkan ketahanan yang cukup baik di tengah dinamika global. Stabilitas pasar obligasi Indonesia, penguatan harga emas, serta perkembangan sektor ritel domestik mencerminkan masih adanya peluang investasi pada berbagai kelas aset. Ke depan, investor akan terus mencermati implementasi kebijakan fiskal pemerintah melalui RAPBN 2027, arah kebijakan suku bunga global, serta perkembangan geopolitik yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar.

DAM Research