Gubernur The Fed Christopher Waller menyatakan dukungannya terhadap pemangkasan suku bunga acuan tambahan sebesar 25 basis poin pada akhir Oktober 2025. Ia menilai langkah tersebut perlu dilakukan di tengah tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja AS, meski pertumbuhan ekonomi masih solid. Waller menegaskan bahwa tekanan inflasi terus mereda menuju target 2%, sehingga fokus kebijakan kini beralih ke stabilisasi ketenagakerjaan. Jika tren pelemahan tenaga kerja berlanjut dan inflasi tetap terkendali, The Fed diperkirakan akan menurunkan suku bunga ke level netral di kisaran 2,75%–3,00%.
Sementara itu, Gubernur baru The Fed, Stephen Miran, menilai penurunan suku bunga perlu dilakukan secara lebih agresif. Menurutnya, kebijakan moneter saat ini terlalu ketat di tengah risiko baru seperti ketegangan perdagangan AS–China dan kebijakan imigrasi yang dapat mempengaruhi inflasi. Ia memperingatkan bahwa jika kondisi restriktif ini dibiarkan terlalu lama, ekonomi AS berisiko mengalami perlambatan lebih dalam. Pandangan Miran menambah tekanan bagi The Fed untuk bertindak cepat dalam menjaga momentum ekonomi di tengah ketidakpastian global.
The Fed dijadwalkan menggelar rapat FOMC pada 28–29 Oktober 2025, dengan mayoritas analis memperkirakan penurunan suku bunga lanjutan sebesar 25 basis poin setelah sebelumnya turun ke kisaran 4,00%–4,25%. Proyeksi terbaru menunjukkan suku bunga akan terus menurun hingga kisaran 3,25%–3,5% pada 2026. Meski begitu, analis menilai komentar Waller menandai perubahan nada yang lebih hati-hati, dengan keputusan pemangkasan selanjutnya sangat bergantung pada kekuatan data ekonomi mendatang. Data terkini menunjukkan sektor manufaktur melemah dan jasa menurun signifikan, memperkuat alasan bagi The Fed untuk melanjutkan pelonggaran kebijakan moneter.
Source : Bisnis.com (17 Okt 2025)