Informasi Detail

Weekly Market Update | WEEK 5 APRIL '26

27 April 2026 16:19

Riset
Berita
27 Apr 2026
Weekly Market Update | WEEK 5 APRIL '26

Weekly Market Update | WEEK 5 APRIL '26

Global Market Highlights

Pasar global masih dibayangi ketidakpastian seiring berlanjutnya konflik AS–Iran serta penutupan Selat Hormuz yang memicu lonjakan harga energi. Kondisi ini turut meningkatkan tekanan inflasi global dan memperburuk sentimen pasar.

Dollar Index bergerak volatil di level tinggi, mencerminkan sikap hati-hati investor terhadap risiko global. Di sisi komoditas, harga minyak WTI bertahan di atas USD 96 per barel akibat gangguan pasokan, sementara harga emas justru melemah ke bawah USD 4,700/oz seiring ekspektasi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama.

Insight:
Gangguan pasokan energi yang berkepanjangan meningkatkan risiko inflasi global dan mempersempit ruang bagi bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneternya.

Global Equity Performance

Pergerakan pasar saham global menunjukkan pola yang cenderung mixed. Pasar Amerika Serikat dan Jepang masih relatif kuat, sementara tekanan terlihat di kawasan Eropa dan sebagian emerging markets.

Penguatan terbatas di indeks utama AS mencerminkan optimisme yang masih terjaga, sementara pelemahan di Eropa menunjukkan sensitivitas yang lebih tinggi terhadap risiko energi dan inflasi.

Insight:
Divergensi pasar global semakin jelas—AS dan Jepang menunjukkan ketahanan, sedangkan Eropa dan emerging markets menghadapi tekanan akibat risiko energi dan inflasi yang meningkat.

Indonesia Macro Update

Perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan dengan pertumbuhan GDP kuartal pertama yang solid. Inflasi masih relatif terjaga, didukung oleh stabilitas harga domestik.

Namun demikian, beberapa indikator mulai menunjukkan tekanan, khususnya dari sisi eksternal. Neraca perdagangan tercatat di bawah ekspektasi, sementara impor meningkat cukup signifikan, mencerminkan kuatnya permintaan domestik.

Insight:
Fundamental ekonomi domestik tetap solid, namun peningkatan impor dan melemahnya neraca perdagangan menjadi indikasi awal tekanan terhadap keseimbangan eksternal.

US Macro & Policy Outlook

The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga dalam waktu dekat, dengan pasar mulai mengantisipasi kebijakan “higher for longer”. Tekanan inflasi berbasis energi menjadi faktor utama yang menahan ruang pelonggaran kebijakan.

Selain itu, transisi kepemimpinan di The Fed juga menjadi perhatian, dengan ekspektasi bahwa pendekatan kebijakan akan tetap berhati-hati dan berbasis data.


Commodities

Harga minyak tetap berada di level tinggi akibat gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah, terutama dengan masih tertutupnya Selat Hormuz. Kondisi ini menjadi faktor utama pendorong risiko inflasi global.

Sebaliknya, harga emas mengalami tekanan yang dipicu oleh kenaikan yield dan ekspektasi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama.

Fokus Selanjutnya:
Perkembangan geopolitik dan normalisasi pasokan energi global akan menjadi faktor kunci dalam menentukan arah harga komoditas ke depan.


Indonesia – What to Watch

Beberapa indikator utama yang perlu diperhatikan dalam waktu dekat meliputi:

  • Stabilitas nilai tukar Rupiah
  • Perkembangan inflasi dan daya beli masyarakat
  • Kinerja neraca perdagangan
  • Pertumbuhan kredit domestik
  • Pergerakan harga minyak global

Strategy & Outlook

Volatilitas pasar diperkirakan masih akan tinggi dalam jangka pendek, dipengaruhi oleh eskalasi geopolitik, lonjakan harga energi, serta ketidakpastian arah kebijakan moneter global.

Dalam kondisi ini, pendekatan investasi yang disiplin dan selektif menjadi kunci.

Strategi Kami:

  • Selektif pada aset dengan fundamental kuat
  • Overweight pada sektor berbasis komoditas (energy-linked)
  • Menjaga likuiditas dan diversifikasi portofolio

DAM Research

Hubungi Kami