Informasi Detail

Weekly Market Update | WEEK 4 APRIL '26

23 April 2026 14:22

Riset
Berita
23 Apr 2026
Weekly Market Update | WEEK 4 APRIL '26

Weekly Market Update | WEEK 4 APRIL '26

Global Market Highlights

Pasar global kembali mengalami volatilitas tinggi seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS–Iran di Selat Hormuz. Situasi ini memicu lonjakan harga energi serta meningkatkan risiko inflasi global.

Harga minyak WTI naik sekitar 8% hingga menembus USD 90 per barel, sementara emas terkoreksi lebih dari 1% ke bawah USD 4,800/oz, seiring ekspektasi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama.

Insight:
Lonjakan harga energi mencerminkan energy supply shock yang berpotensi mendorong inflasi global lebih tinggi serta menekan prospek pertumbuhan ekonomi dunia.

Asia Market

Pasar saham Asia tetap menunjukkan ketahanan di tengah tekanan global:

  • Nikkei 225: +0.6%
  • KOSPI: +1% (mendekati rekor tertinggi)

Penguatan terutama didorong oleh sektor teknologi dan AI, khususnya semikonduktor, meskipun risiko geopolitik masih menjadi sentimen utama.

Insight:
Pasar masih resilien, namun volatilitas diperkirakan meningkat terutama pada negara importir energi.

Indonesia Macro Update

  • Rupiah: 17,145/USD (-1.64% MoM | -1.91% YoY)
  • BI Rate: 4.75% (stabil)
  • Inflasi: 3.48% YoY | Core: 2.52%
  • PMI Manufaktur: 50.1 (ekspansi tipis)
  • GDP Q1: 5.39% YoY
  • Cadangan Devisa: USD 148.2 miliar

Insight:
Fundamental domestik masih solid, namun tekanan eksternal dari penguatan USD dan kenaikan harga minyak mulai memberikan tekanan terhadap Rupiah.

US Macro & Policy Outlook

Kenaikan inflasi global kembali memperkuat narasi higher for longer, sehingga ruang penurunan suku bunga The Fed dalam jangka pendek menjadi semakin terbatas.

Commodities

Kenaikan tajam harga minyak dipicu gangguan distribusi akibat eskalasi konflik di Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan minyak paling strategis di dunia.

Fokus ke depan:
Perkembangan geopolitik dan potensi negosiasi akan menjadi faktor utama penentu arah harga energi global.

Indonesia – What to Watch

  • Keputusan suku bunga BI (22 April)
  • Data inflasi (CPI)
  • Stabilitas Rupiah
  • Pertumbuhan kredit dan likuiditas
  • Pergerakan harga minyak global

Strategy & Outlook

Volatilitas pasar diperkirakan tetap tinggi dalam jangka pendek, dipengaruhi oleh eskalasi geopolitik global, lonjakan harga energi, serta ekspektasi kebijakan moneter ketat di negara maju.

Rekomendasi Produk:

  • Danapathi Money Market Fund (Performance Return 1 Y: 5.44%)
  • Danapathi Balance Fund (Performance Return 1 Y: 46.5%)

Dalam kondisi ini, Danapathi Asset Management tetap menekankan strategi investasi yang selektif pada aset berfundamental kuat, menjaga likuiditas yang sehat, serta melakukan diversifikasi lintas kelas aset untuk mengoptimalkan risiko dan peluang di tengah ketidakpastian pasar.

 

Sumber Berita : Trading Economics & Team DAM 

Hubungi Kami