Chandra Asri Pacific (TPIA) mencatat lonjakan laba sekitar 954% pada kuartal I-2026 setelah menjalankan transformasi bisnis dan ekspansi besar di sektor energi. Pertumbuhan ini menunjukkan perubahan strategi perusahaan mulai memberikan hasil yang signifikan terhadap kinerja keuangan.
Peningkatan laba terutama didorong oleh integrasi aset energi baru di Singapura, termasuk bisnis kilang dan jaringan SPBU yang kini menjadi salah satu kontributor utama pendapatan perusahaan. Transformasi ini membuat bisnis TPIA tidak lagi hanya bergantung pada sektor petrokimia, tetapi juga semakin kuat di sektor energi terintegrasi.
Selain itu, perusahaan juga memperkuat strategi ekspansi regional dengan melakukan diversifikasi sumber pasokan bahan baku dari berbagai negara guna menjaga stabilitas operasional di tengah risiko geopolitik global dan ketidakpastian pasar energi.
Di sisi operasional, TPIA turut meningkatkan kapasitas produksi dan melanjutkan berbagai proyek strategis jangka panjang untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan. Kondisi keuangan perusahaan juga dinilai cukup solid sehingga mendukung langkah ekspansi yang lebih agresif.
Secara keseluruhan, transformasi bisnis yang dilakukan TPIA dinilai berhasil memperkuat posisi perusahaan sebagai salah satu pemain energi dan petrokimia terintegrasi yang semakin besar di kawasan Asia Tenggara.
Disclaimer: Investasi saham memiliki risiko dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor. Danapathi Asset Management menyusun informasi ini berdasarkan riset internal yang independen dan tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, atau saran untuk melakukan transaksi jual maupun beli efek. Pergerakan harga saham dapat berubah sewaktu-waktu. Keputusan investasi tetap berada di tangan masing-masing investor.
Sumber: idxchannel.com